Saturday, May 19, 2012

Diet Diabetes Militus


Diberi kepada pasien penyakit kencing Manis. Pada pasien kencing manis terjadi peningkatan kadar gula dalam darah dan ditandai adanya gula dalam urin.
 Tujuan diet :
·      Memberikan makanan sesuai kebutuhan
·      Mempertahankan kadar gula darah sampai normal/mendekati normal
·      Mempertahankan berat badan menjadi normal.
·      Mencegah terjadinya kadar gula darah terlalu rendah yang dapat menyebabkan pingsan.
·      Mengurangi/mencegah komplikasi
Prinsip diet :
·      Jumlah kalori ditentukan menurut umur, jenis kelamin, BB, TB, aktivitas sehari-hari dan kondisi tubuh.
·      Penggunaan karbohidrat dibatasi, terutama menghindari penggunaan karbohidrat sederhana (gula pasir, gula merah, gula batu, madu)
·      Protein cukup sesuai kebutuhan.
·      Pilihlah lemak tak jenuh.
·      Kandungan serat tinggi.

Bahan makanan yang di anjurkan :
·      Sumber protein :
-        Hewani : daging yang kurus, ayam tanpa kulit, ikan, telur.
-        Nabati: tempe, tahu, oncom dan kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kedelai)
-        Telur rendah kolestrol atau putih telur.
·      Sayuran kangkung, daun kacang, oyong, ketimun, tomat, labu air, kembang kol, lobak, sawi, selada, seledri, terong.
·      Buah-buahan atau sari buah : jeruk siam, apel, papaya, melon, jambu air, salak, semangka, belimbing.
·      Susu skim atau rendah lemak : yonghurt, susu kacang
Bahan makanan yang di batasi:
·      Semua sumber hidrat arang : nasi, nasi tim, bubur, roti gandum/putih, pasta, jagung, kentang, ubi dan talas, havermout, sereal, mie, ketan, macaroni.
·      Sumber protein hewani tinggi lemak jenuh (kornet, sosis, sarden, otak, jeroan)
·      Sayuran : bayam, buncis, daun melinjo, labu siam, daun singkong, daun ketela, jagung muda, kapri, kacang panjang, pare.
·      Buah-buahan : nanas, anggur, mangga, sirsak, pisang, alpukat sawo.
·      Susu penuh (full cream), keju, mayonnaise,
·      Makanan yang di goring dan yang menggunakan santan kental.



Bahan makanan yang dihindari :
·       Gula pasir, gula merah, gula batu, madu.
·       Makanan/minuman yang manis : abon, dendeng, cake, kue-kue manis, dodol, tarcis, sirup, selai manis, coklat, permen, susu kental manis, soft drink, es krim
·       Bumbu yang manis : kecap, saus tiram.
·       Buah-buahan yang manis dan di awetkan : durian, nangka, alpukat, kurma, manisan buah, tape.
·       Minuman yang mengandung alcohol.
·         Cara mengatur diet:
  • Untuk pertama kali sebaiknya makanan ditimbang sampai mencapai diet dan porsi yang sesuai
  • Makanlah sesuai dengan jumlah dan pembagian makanan yang telah ditentukan dalam daftar diet, terutama bagi pendrita yang menggunakan insulin atau obat-obatan anti diabetes.
  • Untuk mendapatkan variasi menu, gunakanlah daftar penukar.
  • Makanlah banyak sayur-sayuran dan buah-buahan yang tinggi serat.
  • Laksanakan diet dengan disiplin untuk mencapai BB normal.
·         Hal-hal yang perlu diperhatikan:
  • Disamping berdiet lakukan olah raga teratur.
  • Waspada kemungkinan terjadinya hipoglikemia
  • Hipoklekemia : adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah terlalu rendah dan dapat menyebabkan koma. Hal ini dapat terjadi karena ketidak seimbangan antara makanan yang dimakan dengan kegiatan dan obat yang digunakan.
·         Gejalah dari Hipoglikemia:
  • Keluar keringat dingin
  • Gemetar
  • Pusing
  • Lemas
  • Mata kunang-kunang
Bila anda mengalami gejalah semacam ini, segera minum segelas sirup atau air gula atau makan permen.


PERHATIAN !
Pada penderita kencing manis
Terjadi peningkatan kadar gula dalam darah
Dan adanya gula dalam urin.
Sehingga semut akan datang
Ketempat air seni yang
Tergenang.

DEPARTEMEN KESEHATAN R.I
DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT
SUBDIT.GIZI KLINIS
2003

Baca Selengkapnya →Diet Diabetes Militus

Thursday, May 17, 2012

ASI begitu mudah ASI begitu murah, tapi mengapa bayi begitu sulit mendapat ASI????

"para ibu hendaklah menyusui anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan" (QS Al Baqarah : 233)

Bayi yang diberi ASI (Air Susu Ibu) akan lebih sehat dan mencapai pertumbuhan serta perkembangan yang optimal bila dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula,
jika sebagian beesar bayi usia 0-6 bulan hanya diberikan ASI - artinya hanya ASI tidak ada cairan lain atau makanan lainnya, bahkan tidak juga air, maka diperkirakan paling sedikit 1,2 juta nyawa anak dapat diselamatkan setiap tahunnya. jika bayi terus diberikan ASI sampai usia dua tahun atau lebih, kesehatan dan perkembangan jutaan anak akan meningkat secara bermakna.

Survey Demokrasi Kesehatan Indonesia (SDKI) 1997 menunjukkan bahwa hampir semua bayi (96,3 %) di indonesia pernah mendapat ASI. hasil berikutnya dari hasil SDKI 1997 adalah sebanyak 8 % bayi baru lahir mendapat ASI dalam 1 jam setelah lahir dan 53 % bayi mendapat ASI pada hari pertama; proporsi anak yang mendapat ASI pada hari pertama menurun dengan meningkatnya tingkat pendidikan ib; proporsi anak yang diberi ASI pada hari pertama paling rendah 51% untuk bayi yang dilahirkan dengan pertolongan dokter/bidan, dan tertinggi 65% untuk bayi lahir tanpa pertolongan orang awam; pemberian ASI Ekslusif sebesar 52% dan rata-rata lamanya pemberian ASI Ekslusif 1,7 bulan. hal ini menunjukkan bahwa minuman selain ASI dan MP-ASI sudah mulai diberikan pada usia lebih dini. data SDKI tahun 1997 juga menunjukkan, konsumsi makanan pendamping ASI (MP-ASI) secara dini cukup besar, yaitu  yaitu sebanyak 35% pada bayi usia kurang dari 2 bulan dan sebanyak 35% pada bayi usia kurang dari 2 bulan dan sebanyak 37 % pada bayi usia 2-3 bulan. (DEPKES RI, 2002)

Anak yang tidak diberi ASI, memiliki resiko yang semakin meningkat untuk sakit, dan dapat menghambat pertumbuhan bahkan meningkatkan resiko mati atau cacat. bayi yang disusui akan menerima perlindungan (kekebalan) terhadap berbagai penyakitnmelalui air susu ibu.

masalah-masalah dalampemberian ASI : perubahan sosial budaya, faktor pisikologi, faktor fisik ibu, faktor kurangnya petugas ksehatan sehingga masyarakat kurang mendapat informasi tentang manfaat pemberian ASI, meningkatnya promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI. (Buku kedokteran, EGC. 1997)

Baca Selengkapnya →ASI begitu mudah ASI begitu murah, tapi mengapa bayi begitu sulit mendapat ASI????