Thursday, May 17, 2012

ASI begitu mudah ASI begitu murah, tapi mengapa bayi begitu sulit mendapat ASI????

"para ibu hendaklah menyusui anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan" (QS Al Baqarah : 233)

Bayi yang diberi ASI (Air Susu Ibu) akan lebih sehat dan mencapai pertumbuhan serta perkembangan yang optimal bila dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula,
jika sebagian beesar bayi usia 0-6 bulan hanya diberikan ASI - artinya hanya ASI tidak ada cairan lain atau makanan lainnya, bahkan tidak juga air, maka diperkirakan paling sedikit 1,2 juta nyawa anak dapat diselamatkan setiap tahunnya. jika bayi terus diberikan ASI sampai usia dua tahun atau lebih, kesehatan dan perkembangan jutaan anak akan meningkat secara bermakna.

Survey Demokrasi Kesehatan Indonesia (SDKI) 1997 menunjukkan bahwa hampir semua bayi (96,3 %) di indonesia pernah mendapat ASI. hasil berikutnya dari hasil SDKI 1997 adalah sebanyak 8 % bayi baru lahir mendapat ASI dalam 1 jam setelah lahir dan 53 % bayi mendapat ASI pada hari pertama; proporsi anak yang mendapat ASI pada hari pertama menurun dengan meningkatnya tingkat pendidikan ib; proporsi anak yang diberi ASI pada hari pertama paling rendah 51% untuk bayi yang dilahirkan dengan pertolongan dokter/bidan, dan tertinggi 65% untuk bayi lahir tanpa pertolongan orang awam; pemberian ASI Ekslusif sebesar 52% dan rata-rata lamanya pemberian ASI Ekslusif 1,7 bulan. hal ini menunjukkan bahwa minuman selain ASI dan MP-ASI sudah mulai diberikan pada usia lebih dini. data SDKI tahun 1997 juga menunjukkan, konsumsi makanan pendamping ASI (MP-ASI) secara dini cukup besar, yaitu  yaitu sebanyak 35% pada bayi usia kurang dari 2 bulan dan sebanyak 35% pada bayi usia kurang dari 2 bulan dan sebanyak 37 % pada bayi usia 2-3 bulan. (DEPKES RI, 2002)

Anak yang tidak diberi ASI, memiliki resiko yang semakin meningkat untuk sakit, dan dapat menghambat pertumbuhan bahkan meningkatkan resiko mati atau cacat. bayi yang disusui akan menerima perlindungan (kekebalan) terhadap berbagai penyakitnmelalui air susu ibu.

masalah-masalah dalampemberian ASI : perubahan sosial budaya, faktor pisikologi, faktor fisik ibu, faktor kurangnya petugas ksehatan sehingga masyarakat kurang mendapat informasi tentang manfaat pemberian ASI, meningkatnya promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI. (Buku kedokteran, EGC. 1997)

No comments:

Post a Comment